Kakek Kanjut asal Kutawaluya Karawang ini Bikin Heboh Medsos

Salah satu kejadian yang menghebohkan netizen medsos adalah seorang kakek bernama Kanjut, seorang yang berasal dari Desa Waluya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang.

Namanya populer di media sosial dan beberapa aplikasi layanan pesan gratis, berasal dari foto dari KTP (Kartu Tanda Penduduk) serta KIS (Kartu Indonesia Sehat) miliknya YANG beredar luas. Kepopulernnya itu pun dampak dari nama "Kanjut" yang ternyata memiliki makna "alat kelamin pria" jika dilihat dari bahasa Sunda. Hal ini sesuai dengan yang dilansir merdeka.com.

Berdasarkan keterangan sang kakek yang ternayat juga lihai silat tersebut, dirinya terlahir dengan nama awal Rasyid. Namun, dikarenakan kerap sakit saat usia 6 Tahun, akhirnya namanya dirubah dengan "Kanjut" atas permintaan Mantri setempat kepada kedua orang tuanya.

Baca juga: Beras Maknyus Bikin Gempar Khalayak Masyarakat

"Nama asli mah Rasyid, cuma karena sering sakit, disuruh ganti nama sama Mantri Narim menjadi Kanjut," ungkap kakek yang berprofesi sebagai buruh tani tersebut.

Kakek Kanjut asal Kutawaluya Karawang ini Bikin Heboh Medsos

Kakek Kanjut asal Kutawaluya Karawang ini Bikin Heboh Medsos
Source image : merdeka.com


Usai diganti namanya, sakit yang diderita oleh Kanjut pun akhirnya sembuh. Untuk diketahui, kebanyakan orang tua dahulu percaya bahwa sakit yang diderita oleh seseorang, sering diakibatkan oleh nama yang dianggap memiliki arti terlalu berat.

"Langsung sembuh, zaman dulu mah kan suka percaya kalau sakit diakibatkan oleh nama, jadinya diganti," ucapnya.
Lelaki penggembala domba itu pun tidak mengetahui bahwa namanya tersebar melalui berbagai platform sosial media. Kakek dua anak ini mengetahui dari tetangganya bahwa KTP dan KIS miliknya menjadi bahan guyonan dalam beberapa pesan berantai.
"Kemarin Abah sesak nafas, lalu berobat ke Puskesmas, diminta KTP dan KIS punya Abah, mungkin dari sana tersebar," tandasnya.

Tersebarnya identitas Kanjut membuat Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi penasaran. Ia yang melihat foto kakek tersebut dalam beberapa grup Whatsapp dan postingan Facebook, meminta staffnya untuk mencari keberadaan sang kakek.

Kakek berusia 85 Tahun itu pun akhirnya memeperoleh undangan ke rumah dinas Dedi Mulyadi, Jalan Gandanegara No 25, Purwakarta, siang tadi, Kamis (27/7).

"Penasaran aja benar tidaknya. Eh tahunya bener, si Abah juga terlihat masih segar, pas datang langsung ngajak silat," kata Dedi.

Sebelum Kakek Kajut pegi meninggalkan rumah dinas Dedi Mulyadi Bupati Purwakarta, Abah Kanjut sempat diberikan hadiah oleh Bupati Dedi berupa beberapa ekor domba mengingat profesi sang kakek selain sebagai Buruh Tani juga sebagai penggembala.

Silakan tinggalkan pesan Sobat di kolom komentar di bawah ini. Segala masukan dan info dari rekan-rekan akan sangat membantu proses silaturrohim kita.
EmoticonEmoticon