Kontroversi Jenderal Gatot Nurmantyo Panglima TNI

Kontroversi Jenderal Gatot Nurmantyo Panglima TNI
Kontroversi Gatot Nurmantyo selaku Panglima TNI hari-hari ini mulai terasa di berbagai media. 

Hal ini karena beberapa ikhwal pernyataan beliau di khalayak, salah satunya mengenai pembelian 5.000 senjata oleh institusi dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo berujung kontroversial.

Pengamat militer ISESS Khairul Fahmi atau Institute for Security and Strategic Studies mengatakan, bahwa Pak Gatot Nurmantyo tidak sepatutnya membeberkan hal itu ke publik. Menurutnya, hasil laporan intelijen selalu bersifat rahasia, sehingga publik tidak berhak tahu terkait hal itu.

Seperti dikutip di CNN Indonesia, Khairul menyayangkan langkah yang ditempuh Gatot. Terlebih, informasi yang didapat dan telah dilontarkan kepada publik oleh Gatot juga dibantah oleh Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan Wiranto.

Wiranto menyangkal pernyataan Gatot. Dia menjelaskan, informasi yang benar yaitu pengadaan 500 pucuk senjata laras pendek buatan Pindad oleh Badan Intelijen Negara (BIN) untuk keperluan pendidikan intelijen.


Kontroversi Jenderal Gatot Nurmantyo Panglima TNI


Berikut ini adalah beberapa data mengenai kontroversi Jenderal Gatot Nurmantyo Panglima TNI:
  1. Mengaku tidak tahu soal pembelian helikopter Agusta Westland 101. Ia menyebut pembelian tersebut langsung melalui Menteri Pertahanan, tanpa sepengetahuan TNI [Februari 2017].
  2. Gatot menyebut Permenhan No. 28 Tahun 2015 tentang sistem perencanaan pembangunan pertahanan negara membatasi kewenangannya sebagai panglima [Februari 2017].
  3. Gatot membacakan puisi "satire" berjudul " Bukan kami punya" karangan Denny JA dalam rapimnas Golkar. Isi puisi itu dinilai mengkritisi pemerintah [Mei 2017].
  4. Gatot mengatakan ada beberapa daerah di Indonesia yang menjadi basis simpatisan kelompok ISIS. Langkah tersebut dinilai mencemaskan masyarakat [Juni 2017].
  5. Mendesak Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu lekas membeli pesawat tempur Sukhoi dan kapal selam kelas Kilo. Menhan menanggapi desakan itu dengan mengatakan bahwa membeli Sukhoi tidak semudah membeli kacang goreng [Juli 2017].
  6. Memerintahkan jajaran TNI menggelar nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI [September 2017].
  7. Melontarkan pernyataan soal pembelian 5.000 senjata oleh Institusi non militer yang mencatut nama Presiden Joko Widodo. Pernyataan itu dibantah Menko Polhukam Wiranto [September 2017].
Nah itulah setidaknya beberapa klausul ikhwal yang dinilai sosok Jenderal Gatot Nurmantyo selaku Panglima TNI kontroversi.

Silakan tinggalkan pesan Sobat di kolom komentar di bawah ini. Segala masukan dan info dari rekan-rekan akan sangat membantu proses silaturrohim kita.
EmoticonEmoticon