Nata de Coco diduga Dicampur Pupuk Urea Beredar di Usut

Nata de Coco Dicampur Pupuk Urea Beredar di Usut
Ilustrasi: Nata de Coco
Nata de Coco Dicampur Pupuk Urea Beredar di Usut

Rabu kemarin masyarakat dihebohkan dengan digerebeknya pabrik nata de coco yang diduga dicampur urea di Blok Sawah Leuga Desa Slagedang, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Nata de coco yang diproduksi UKM Nata Citra Mandiri di Blok Sawah Leuga Desa Slagedang, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ternyata diedarkan di wilayah Cirebon.

Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP Rina Perwitasari mengatakan UKM Nata Citra Mandiri yang saat ini sedang disegel, lantaran diduga mencapur urea dalam proses pembuatan nata de coco itu fokus mengedarkan hasil produksinya ke Cirebon. Bahkan, sambung Rina, UKM Nata Citra Mandiri memiliki pelanggan tetap yang menampung nata de coco hasil produksinya.

Selain ke pasar dan pabrik, diakui Rina, pemilik UKM juga menjual nata de coco ke warung-warung. Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, dikatakan Rina, pelaku meraup keuntungan sekitar Rp 5 sampai Rp 6 jutaan setiap minggunya dari hasil penjualan nata de coco yang diduga dicampur dengan urea itu.

Baca juga: Ternyata Kurang Tidur Bisa Bikin Gemuk, Ini Alasannya!

Seperti diketahui, UKM Nata Citra Mandiri milik Abdurahman warga Blok Trikolot RT 2 RW Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat kini disegel pihak kepolisian lantara diduga mencapur urea jenis ZA pada produksi nata de coconya. Pihak kepolisian pun saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Lalu bagaimana sebenarnya pendapat pakar mengenai Nata de Coco yang ada kandungan Ureanya?

Seperti dilansir dari detik healt
Menanggapi kasus tersebut, farmakolog dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr Zullies Ikawati, Apt mengatakan bahwa permasalahan ini adalah masalah lama. Kasus serupa pernah ditemukan juga di Sleman, Yogyakarta pada 2015 silam.
Seperti dikutip dalam tulisannya di laman blog pribadinya, zulliesikawati.wordpress.com, ZA atau istilah bahasa Belanda, zwavelzure ammoniak, yang berarti amonium sulfat dengan rumus kimia (NH4)2S04 dan memang diperlukan dalam pembuatan nata de coco. 

Sementara dalam rilisnya pada 2015, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut ZA dan Urea (CH4N2O) merupakan sumber nitrogen yang baik untuk pertumbuhan Acetobacter xylinum, bakteri yang dipakai dalam fermentasi nata de coco.

Menurut Prof Zullies pembutan nata de coco ini bisa menggunakan bahan lain penghasil nitrogen seperti bahan-bahan berprotein tinggi. Namun bahan-bahan tersebut tentu sangat mahal bagi produsen.

Baca juga: Cara Memutihkan Wajah Secara Alami Menggunakan Beras

Jadi sebenarnya dalam pembuatan nata de coco, penggunaan pupuk ZA atau urea memang lazim dilakukan. Namun dengan catatan, seperti dikutip dari pom.go.id, Urea maupun ZA yang digunakan harus merupakan bahan-bahan yang food grade. 

Jika menggunakan yang non-food grade dikhawatirkan ada potensi cemaran logam berat. Selain itu, proses pencucian pada hasil akhirnya harus tepat sehingga tidak ada zat berbahaya yang masih tertinggal.

Silakan tinggalkan pesan Sobat di kolom komentar di bawah ini. Segala masukan dan info dari rekan-rekan akan sangat membantu proses silaturrohim kita.
EmoticonEmoticon