Mencengangkan! Lebih dari Rp1350 triliun digelapkan di Arab Saudi

Lebih dari Rp1350 triliun digelapkan di Arab Saudi
Lebih dari Rp1350 triliun digelapkan di Arab Saudi

Warta Sragen - Syekh Saud al-Mojeb menyampaikan bahwa setidaknya ada 199 orang sudah ditangkap untuk dimintai keterangan sebagai bagian dari kebijakan antikorupsi besar-besaran yang dilakukan pemerintah Arab Saudi, dilakukan pada Sabtu (04/11) malam lalu,

Walaupun secara terperinci data tersebut tidak disebutkan per nama, namun beliau menjelaskan bahwa yang disampaikan juga termasuk mencakup para pangeran, menteri maupun mantan menteri serta pengusaha yang berpengaruh.

Syekh Saud al-Mojeb juga menandaskan bahwa kegiatan komersial di kerajaan itu berlangsung seperti biasa tanpa terpengaruh oleh penangkapan tersebut dan hanya rekening-rekening bank pribadi yang dibekukan.

Dia menjelaskan pula bahwa penyelidikan oleh komite antikorupsi yang dibentuk lewat dekrit kerajaan dan dipimpin oleh putra mahkota Pangeran Mohammed Bin Salman yang baru berusia 32 tahun 'mencapai kemajuan cepat'.

Baca juga: Otto Warmbier Warga AS yang Dihukum Penjara 15 Tahun di Korut Telah Bebas

Berdasarkan penyelidikan yang telah dilakukan selama tiga tahun belakangan, pemerintah telah memperkirakan setidaknya minimal sejumlah US$100 miliar sudah disalahgunakan melalui korupsi dan penggelapan yang sistematis selama beberapa dekade."

Syekh al-Mojeb menambahkan komite memiliki mandat yang jelas untuk melangkah ke tahap penyelidikan berikutnya dan sudah membekukan rekening bank dari 'orang-orang yang menjadi perhatian'.

Beliau juga menambahkan bahwa setidaknya ada beberapa spekulasi meluas di dunia tentang identitas dari para individu bersangkutan dan rincian dari dakwaan atas mereka.

Syekh al-Mojeb juga mengatakan, bahwa guna memberikan jaminan bahwa para individu tetap mendapatkan hak-hak hukum sepenuhnya berdasarkan undang-undang di Arab Saudi, pemerintah tidak akan mengungkapkan rincian pribadi lagi pada saat ini.

Beliau juga berharap bahwa privasi mereka dihormati pada saat mereka menjadi subyek dari proses hukum kami.