Sragen Siaga Darurat Bencana Musim Hujan

Sragen Siaga Darurat Bencana Musim Hujan
Sragen Siaga Darurat Bencana Musim Hujan - Pada fase puncak musim penghujan 2018 ini, pemerintah Kabupaten Sragen menetapkan status siaga darurat bencana. Berdasarkan rekomendasi BPBD Sragen Bupati menetapkan penetapan status tersebut.

Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, Dwi Sigit Kartanto.

"Salah satu bentuk nyata penetapan status siaga bencana tersebut yaitu pendirian enam posko tingkat kecamatan dengan satu posko induk di Markas BPBD Sragen", penuturan Sigit.

Pada dasarnya, Masing-masing wilayah mempunyai karakteristik kerawanan bencana yang berbeda dengan wilayah lain. Misalkan saja potensi bencana longsor di Sambirejo. Enam posko tersebut di Kalijambe, Masaran, Plupuh, Tanon, Sidoharjo, dan Sambirejo.

Baca juga: Wisata Jeglongan Sewu Sragen. Belum Tahu?

Sedangkan di Kecamatan Kalijambe rawan bencana banjir dan tanah longsor. Masing-masing posko tingkat kecamatan dijaga 24 jam dalam sehari oleh unsur pemerintah kecamatan, TNI/Polri, dan sukarelawan masyarakat.

Sedangkan personel BPBD Sragen bersiaga di posko induk. Personel yang disiagakan di posko kecamatan mendapatkan honor per sesi jaga. Rencananya posko tersebut akan disiagakan hingga masa siaga darurat selesai.

Terpisah, Ketua DPRD Sragen, Bambang Samekto, mendorong BPBD merintis kemandiran masyarakat dalam tanggap bencana. Kongkretnya dengan menyiapkan kelompok (komunitas) sukarelawan tanggap bencana desa.

Keberadaan komunitas tersebut untuk mendeteksi berbagai potensi bencana alam di wilayah masing-masing. Hasil deteksi dini komunitas sukarelawan itu lantas dilaporkan ke jejaring atas termasuk BPBD Sragen.

Setidaknya, adanya status siaga bencana tersebut menjadi sebuah tindakan kewaspadaan bagi warga masyarakat atas cuaca saat ini.