Sultan Nusantara' Banyumas Buka Suara soal Aduan Tipu-tipu Ratusan Juta



Banyumas - Seorang pria bernama Wiemppie yang dikenal dengan sebutan 'Sultan Nusantara' akhirnya angkat bicara terkait laporan dugaan penipuan dan penistaan agama yang dilayangkan sejumlah orang ke Polresta Banyumas. Ia menegaskan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada pihak berwajib.

"Saya menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada pihak berwajib," ujar Wiemppie saat dihubungi wartawan, Selasa (28/4/2026).

Ia mengaku tidak akan melakukan langkah apa pun selain menunggu proses hukum berjalan. Menurutnya, laporan yang sudah masuk merupakan bagian dari mekanisme yang harus dihormati.

"Tanggapan saya secara pribadi, karena itu sudah dilaporkan, saya menerima saja. Apa yang harus saya lakukan? Tidak ada. Terserah mau bicara apa di pelaporan, saya tinggal menunggu saja," katanya.

Wiemppie juga menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan hukum yang berlaku. Ia memastikan tidak akan menghindar dari proses tersebut.

"Saya siap menjalani proses hukum yang berlaku. Biarkan saja proses berjalan, saya enggak ke mana-mana, masih ada di sini," tegasnya.

Terkait tudingan adanya ajaran yang dianggap menyimpang oleh pelapor, seperti larangan mengonsumsi ikan patin hingga penggunaan obat kimia, Wiemppie membantah keras. Ia menyebut tidak pernah melarang, melainkan hanya memberikan anjuran.

"Saya tidak melarang, tapi saya menganjurkan. Bekam itu sunnah Rasul untuk mengeluarkan darah yang mengandung toxic," jelasnya.

Ia menambahkan, saran terkait makanan dia diberikan ketika ada orang yang datang meminta pendapat atau solusi atas masalah yang dihadapi. "Kalau ada orang datang minta tolong ke saya, dia bertanya apa yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, saya sampaikan pastinya yang haram, bukan hanya makanannya tapi juga cara mendapatkannya," imbuhnya.

Wiemppie juga menanggapi tudingan adanya kegiatan kajian rutin seperti yang disebutkan pelapor. Ia menegaskan tidak pernah mengadakan pengajian terjadwal. "Orang yang sering bekam lalu datang, ngobrol. Karena ada orang datang ke rumah, saya sediakan kopi dan makanan, otomatis kalau ada kopi dan makanan ngobrol ngalor-ngidul," ujarnya.

Menanggapi adanya transaksi uang yang dipersoalkan pelapor, Wiemppie meminta agar hal tersebut dibuktikan melalui data. "Kalau soal penipuan, biar data yang bicara. Ketika itu ada transaksi uang yang terjadi pasti ada kesepakatan, ada pembicaraan yang lain," ucapnya.

Terkait praktik terapi bekam yang juga dipermasalahkan, Wiemppie menegaskan kegiatannya dilakukan atas dasar ibadah, bukan untuk keuntungan finansial. "Saya di sini niatnya ibadah, bukan untuk mencari duit, saya punya penghasilan sendiri. Ketika ada orang tanya solusi, saya sampaikan, tapi tidak ada tarif atau minta duit kepada siapapun," pungkasnya.

Post a Comment

Previous Post Next Post